#bukarahasiaads {margin:1px;padding:1px;text-align:center} #bukarahasiaads img {margin:1px 1px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #bukarahasiaads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}

Selasa, 18 November 2014

Kasih sepanjang usia

Akan tiba saatnya dimana kita akan bertanya pada diri, adakah yang akan menjadi kekasih kita di dunia sebelum kita kembali? Seperti apa sosoknya? sudahkah kita bertemu dengannya? atau paling tidak di manakah dia berada saat ini.

Kita telah mengenalnya cukup lama, Separuh usia telah kita habiskan dengannya.
Tidak sedikit pelajaran yang telah kita terima dari mereka, tentang hidup, tentang cinta tentang kebaikan. Merekalah yang sejak awal mengajari kita tentang bagaimana menjalani kehidupan. Merekalah yang akan tetap setia mendampingi kala hati bersedih bahkan kala dunia membenci.

Lantas siapa mereka .? Ya.. Mereka adalah orang tua kita. Ayah dan ibu. Ayah dengan kasih sayangnya yang tak pernah pudar dan ibu yang selalu hadir untuk memberi dan memberi tanpa sekalipun mengharapkan imbalan.

Masih terkenang dengan sangat jelas kasih sayang yang telah mereka curahkan. Perjuangan keras sosok ayah dan ibu yang tak kenal lelah bekerja untuk mendapatkan sesuap nasi dan menafkahi keluarga di usia mereka yang tak lagi muda.

Mereka yang bekerja membanting tulang, memeras keringat dengan senyum yang tak pernah hilang di depan anak yang di cintainya.

Walau tak jarang sang anak mendurhakai mereka, namun mereka tak pernah berhenti memberi semua cinta, kasih sayang dan kepeduliannya.

Mungkin terkadang mereka marah, tapi kita tahu itu hanyalah untuk kebaikan kita karena jauh yang mereka inginkan adalah kebahagiaan kita dimasa yang akan datang.

Mengenang mereka, satu-satunya yang terlintas di benak adalah kata maaf. “Maafkan anakmu yang belum bisa dan tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan, sejak kecil hingga aku kini dewasa. Tapi aku berjanji, aku akan selalu berusaha untuk kebahagiaan diusia tuamu nanti, agar kau selalu tersenyum walau apa yang ku beri tak seberapa dengan apa yang telah kau berikan selama ini”.
Ayah dan Ibu, Merekalah pahlawan tanpa tanda jasa. Merekalah cahaya hidup, pelita yang menerangi setiap langkah anak-anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar